Pengumuman
 Penjaringan Prakarsa Pengembangan Kawasan Perdesaan Berkelanjutan                         Anda PEDULI TATA RUANG ? AYOOO... Laporkan bila terjadi Pelanggaran Penataan Ruang, Hubungi : Sekretariat PPNS Penataan Ruang di 021-72784660                         Download Cover Kegiatan 2013                        
SARAN DAN PENGADUAN
LAYANAN INFORMASI PUBLIK
BUKU TAMU

  BERITA PENATAAN RUANG
Home
 


 13 Desember 2010 | Nasional

Kondisi Surplus Telapak Ekologis Indonesia Terancam Negara-Negara Sekitar Yang Defisit

Telapak Ekologis Indonesia yang saat ini masih dalam kondisi surplus, penting untuk dijaga karena terancam oleh negara-negara sekitar Indonesia yang kondisinya defisit. Negara-negara tersebut sangat bergantung pada Indonesia untuk memenuhi ‘hutang’ ekologisnya, dan ini sangat merugikan bagi Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Komunikasi dan Hubungan Antar Negara Global Footprint Network, Pati Poblete dalam Kuliah Umum tentang Penerapan Telapak Ekologis dalam Pembangunan di Jakarta (9/12).

“Telapak ekologis itu jika diumpamakan seperti kita mencukur rambut kita tanpa menunggu sampai panjang, maka lama kelamaan kita menjadi botak,” papar Pati Poblete. Poblete juga mengatakan kalau bumi kita sekarang “sudah membotak”, maka perlu adanya kebijakan yang tepat untuk mencegah bumi menjadi “benar-benar botak”.

Istilah ‘telapak ekologis’ saat ini masih terdengar aneh di telinga sebagian besar masyarakat di Indonesia. Walaupun sebenarnya istilah ini sudah cukup lama dikenal. Telapak ekologis merupakan gambaran jumlah lahan produktif (darat dan laut) yang dibutuhkan untuk keberlangungan hidup suatu populasi dalam memproduksi dan mengkonsumsi semua sumber daya termasuk limbah yang dihasilkan yang dapat digunakan untuk melihat tingkat keberlanjutan suatu wilayah, ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Ruchyat Deni Djakapermana, saat membuka acara tersebut.

Perhitungan telapak ekologis ini diperkenalkan oleh William Rees pada tahun 1992 dan dikembangkan oleh Mathis Wackernagel dalam disertasinya pada tahun 1994. Telapak ekologis dimaksudkan untuk menunjukkan ketergantungan hidup manusia terhadap alam serta untuk mengamankan kapasitas sumber daya alam untuk keberadaan manusia di masa mendatang, ungkap Deni.

Sementara itu, Yoshihiko Wada (Ecological Footprint Japan) yang juga sebagai pemapar pada acara tersebut mengungkapkan, di Jepang, penerapan telapak ekologis sudah pada tahap implementasi untuk dokumen rencananya, namun masih dalam tahap lokal.

Perwakilan dari Manila’s Ministry on Ecology, Lou Valencia Arsenio, mengatakan, di Filipina dipandang perlu penerapan telapak ekologis karena jumlah hutannya yang berkurang drastis dari tahun 1970, hanya 3% dari hutan asli tersisa di Filipina.

Wakil dari Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum, Agus Sutanto mengungkapkan, Indonesia secara nasional lebih maju dibandingkan negara-negara lain di ASEAN dalam penerapan telapak ekologis. Sebagai salah satu negara dengan telapak ekologis yang surplus, Indonesia harus menata strategi pembangunannya agar tidak menjadi defisit.

Kuliah Umum ini merupakan rangkaian dari acara Introductory Meeting on Regional Ecological Footprint Initiative in Asia-Pacific, dan merupakan tindak lanjut diskusi di Sienna, Italia antara Direktorat Jenderal Penataan Ruang dan Global Footprint Network dalam membangun jejaring telapak ekologis di Kawasan Asia Pasifik.

Selain kuliah umum, dilakukan juga diskusi roundtable terbatas antara pihak DJPR, GFN, dan perwakilan dari Filipina dan Jepang mengenai kemungkinan kolaborasi dalam membangun jejaring telapak ekologis di Kawasan Asia-Pasifik. Jejaring ini diharapkan dapat menjadi think tank untuk telapak ekologis di Kawasan Asia Pasifik dan memperluas pengetahuan para pengambil keputusan tentang telapak ekologis. (ay/ibm)


Sumber : 13122010_admintaru


  BERITA DARI MEDIA
14/4/2014 | http://www.indopos.co.id/
Harus Tunggu Rekomendasi Gubernur, Kadin Minta Pembangunan Diratakan
14/4/2014 | http://beritakotamakassar.com/
Dinas Tata Ruang akan Terapkan RTH ke Toko dan Mall
14/4/2014 | Lampung.tribunnews.com
Walhi Lampung Dukung Penertiban Bangunan Liar
10/4/2014 | http://beritakotamakassar.com/
DTRB Makassar Ajak Pengusaha Adakan RTH di Toko dan Mall
7/4/2014 | http://www.beritasatu.com
Pemerintah Janji Tegakkan Aturan Tata Ruang untuk Kurangi Bencana

 



Total Pengunjung :
  · Perpustakaan
  · e-Procurement
  · Visualisasi Metropolitan
  · Metadata
   
   
· Balai Informasi Penataan Ruang
· SUD Forum Indonesia
· Rencana Perkotaan di Provinsi OSAKA
· Hari Tata Ruang Nasional (WTPD) 2013
· RTRWN
· RTR PULAU DAN RTR KSN
· Status Perda RTRW
· Database RTRW Prov, Kab. dan Kota
· Informasi Perkotaan
· Program dan Anggaran
· Peraturan dan Perundangan (SIKUMTARU)

© 2004 - 2013 # v5.0. DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - All rights reserved
Gedung Ditjen SDA & Ditjen Penataan Ruang Lt.4 Jl. Pattimura No. 20 Keb. Baru Jakarta Selatan 12110 Telepon/Fax : 021-7231611